akhirnya aku bisa denger lagi suara itu, suara yang dulu sempet menghias hidup aku, suara yang pernah melambungkan mimpi-mimpi aku, suara yang memberikan aku semangat untuk berjuang. Suara yang menghapus segala keluh kesah aku.

dia yang menyembuh kan luka dalam hati aku, dia yang menjadi malaikat di tengah eksekusi kegetiran hati aku, dia yang hadir dan memberikan setetes air dalam dahaga aku.

Tapi kenapa waktu dan jarak sedemikian sombong, melebarkan sayapnya untuk membuang aku darinya,jarak yang sedemikian kokoh menghalangi bayang2 nya.waktu yang demikian tamak mengikat dan menjauhkan  cinta kita.

akhirnya sebuah keputusan di ambil , keputusan yang amat sangat menyakitkan buat kita, tapi harus di ambil untuk menyudahi kebohongan masa depan kita. Dunia mimpi aku seakan hancur, terbangun dari negri dongeng yang amat indah. kegetiran kembali menyelimuti aku.dan musim dingin berkepanjangan terus mendera….

apa aku harus biarin salju2 kepedihan menutupi bunga-bunga yang kami tanam di musim semi, apa aku harus membiarkan angin2 kesedihan mematahkan ranting2 pohon kebahagian kami,yg kami tanam dengan puji2an. Apa badai akan meredam kidung-kidung kemesraan yang kami dendang kan setiap waktu.

Oh Tuhan, aku tidak menyalahkan Mu, aku tidak mengancam dengan doa-doa ku, aku tau Engakau adalah sang pembuat rencana yang terindah, Engkau adalah muara dari segala Keinginan dan kebutuhan kami. Berikan apa yang Engkau anggap pantas untuk kami. Jadikan aku dan dia sebagai hamba Mu yang bersyukur dengan apa yang kamu berikan, segalanya ku serahkan padaMu, hidp dan mati ku. Satu pintaku…Bahagia kan dia..Tuhan…