niatnya pengen modif2 motor, tapi duit cekak, tapi biar motor biar kerenan dikit dan modal ga lebih dari ceban,melajulah saya ke tukang stiker yang ada di pinggir jalan. liat2 stiker disana banyak kata2 lucu, ada juga kritik sosial. ada stiker kritik sosial yang saya baca dan menginspirasi untuk nulis notes ini . ” orang miskin di larang sakit” kata2 pedas.
yup.. di negeri ini orang miskin sebaiknya jangan sakit, walaupun sakit klo bisa request mending yang cukup di obatin ama obat warung aja, klo sakit kepala minum paramex,bodrex, masuk angin pake tolak angin ( semoga orang miskin ini pintar, klo mau minum tolak angin ), mencret pake entrostop klo ga daun jambu muda di gerus. pokoknya orang miskin di larang sakit elit, kaya jantung, liver,stroke karena di jamin buat berobat ga ada duitnya.
Tapi sayang, di koloni makhluk halus yang bernama virus dan kawan2nya ga punya yang namanya badan sensus, jadi ga bisa bedain yang mana orang kaya yang mana orang miskin, klo pengen nemplok si virus kaga pandang dia anggota DPR atau cuma kuli panggul.
Kecemasan orang-orang miskin yang ga bisa berobat, akhir2 ini mempunyai harapan baru, harapan tersebut bernama ponari, bocah lelaki berusia 10 tahun dari Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, itu memiliki sepotong batu yang dipercayai mampu menyembuhkan aneka macam penyakit.konon batu tersebut di dapat ketika ponari tersambar petir,dan secara tiba-tiba batu tersebut muncul.
Praktek pengobatan nya pun terbilang “S3″ sangat-sangat Sederhana, batu di celupin ke air, air tersebut di minumkan kepada yang sakit, emang ga masuk akal tapi udah banyak kesaksian pasien yang sembuh,sugestikah? atau ada “tangan ketiga” yang bermain di sini. Entah lah .. wallahualam bisawab…
pengobatan ponari sudah menelan korban 4 orang tewas, bukan karena meminum “air kobokan” ponari, tapi terinjak-injak pasien yang jumlahnya ribuan. siapa yang tergiur, di tengah biaya pengobatan yang tinggi ada cara instan cuma butuh duit noceng alias dua rebu doang.
Semoga fenomena dukun cilik ponari bisa menjadi cerminan untuk para pemimpin negri ini, bahwa rakyat amat merindukan dan menginginkan fasilitas kesehatan yang memadai, caspleng dan murah.
“sudahkah anda minum PONARI SWEAT hari ini ?”






